Senin, 07 Februari 2011

Zona Nyam Nyam eh Nyaman

Kalo orang mau ngajak wiraswasta apa usaha biasanya kan bilangnya gitu " Keluarlah dari Zona Nyaman", supaya memiliki hidup yang lebih baik kualitas dan kuantitasnya.
Kalo sudah keluar dari zona nyaman, punya lahan baru, lalu merasa nyaman lagi, "apa ya harus keluar lagi dari zona nyaman?"
Kenapa kok ngomongin zona nyaman ? Lha saya ini sedang merasa nyaman banget je dengan zona saya, setelah beberapa kali mencoba zona-zona lain.
Dan memutuskan untuk menikmati zona nyaman sekarang ini, sepertinya yang diperlukan bukan lagi pindah zona, tapi bagaimana menekuni zona saya sekarang dalam jangka waktu yang sepertinya bakal cukup lama waktunya.
Apakah di zona sekarang ini secara materi saya sudah berlebih ? Ya menurut saya sih belum cukup lah, wong keinginan manusia itu ya ada aja. Nggak usah yang kebutuhan sekunder, apalagi kebutuhan tersier, wong kebutuhan pokok aja, bisa dianggap cukup bisa dianggap tidak tergantung saya maunya apa to ?
Contohnya : makan. Bisa aja materi yang saya punya cukup untuk makan, bisa juga tidak.
Ya gimana mau cukup kalo saya maunya makan, tiap hari pesen di Restoran 99, Japos apa bakmi villani. Nah, kalo liburan, maunya makan minimal ya di Hokben, pengennya ya di Restoran yang nyebut namanya aja susah.
Jadi paham kan, kalo saya bilang materi saya cukup apa nggak cukup itu relatif adanya.
Apa rumh saya sudah besar, kamar minimal 5 masing2 dgn kamar mandi dalam, mobil keluaran terbaru, ya nggak juga tuh.
Tapi saya merasa nyaman dengan yang saya punyai sekarang je,jadinya kok ya motivasi untuk bisa menghasilkan materi seperti anjuran tokoh2 motivator itu kok ya ga pengen pengen amat. Sampai-sampai diajak MLM yang bisa menghasilkan materi berlipat dalm waktu singkat kok ya saya tolak. Lha gimana kalo saya ikut malah jadi kehilangan kenyamanan saya je.
Pada akhirnya saya kok malah jadi lebih mengikuti langkah orang-orang yang mungkin secara materi masih bisa berkembang lebih besar, namun mereka lebih memilih untuk menikmati zona nyamannya, mengikuti prosesnya pelan-pelan, dan meski butuh waktu lama, kesuksesan akhirnya diraihnya. Apakah saat yang disebut sukses itu dia sukses secara materi? Mungkin enggak juga....yang penting bahagia... :-)

0 komentar: